Asal-Usul Daun Ketapang, Ciri-Ciri, Kandungan dan Manfaat Kesehatan

Keberadaan daun ketapang mempunyai beragam manfaat untuk manusia dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Ketapang sebagai daun yang terdapat kandungan antioksidan berfungsi menjaga imun tubuh.

Namun dalam penggunaan beberapa hal perlu dilakukan konsultasi pada dokter yang paham di bidangnya, khususnya jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Cara konsultasi dengan dokter sekarang ini dapat dilakukan melalui online aplikasi, download di sini.

1.               Asal-usul

Daun ketapang sebenarnya tumbuhan asli yang dapat tumbuh di kawasan Asia Tenggara. Namun sekarang ini keberadaannya sudah mulai menyebar di berbagai belahan bumi seperti Australia bagian utara, India, Pakistan, Madagaskar, Afrika Barat, Afrika Timur, Amerika Selatan dan Amerika Tengah.

Ketapang sendiri merupakan salah satu jenis pohon yang cukup rindang dan banyak ditemui di tepi pantai. Pertumbuhan untuk pohon ini cukup cepat dengan membentuk tajuk bertingkat dan seringkali dijadikan sebagai pohon peneduh.

2.               Ciri-ciri

Di keberadaan ketapang di Indonesia ini sangat beragam seperti halnya talisei, tiliho dan kalis. Pohon ketapang banyak tumbuh di pinggir pantai dan menjadi salah satu tumbuhan di kawasan pantai.

Pohon ketapang mempunyai beberapa ciri-ciri secara khusus di antaranya:

  • Bagian batang ketapang mempunyai tinggi hingga 5 meter sampai 35 meter. Bentuknya kayu bulat, warnanya coklat kotor dan simpodial.
  • Bagian daun mempunyai ukuran besar dan bulat di bagian ujungnya berbentuk lancip. Panjang daunnya menjangkau 15 hingga 25 cm dan memiliki lebar 10 sampai 14 cm.
  • Bagian bunga ketapang mempunyai mahkota bunga dengan warna kuning. Ketapang sebagai jenis monoecious, bunga jantan dan juga betina pada pohon yang sama. Tanda bunga ketapang memiliki diameter 1 cm dan warnanya putih kehijauan.
  • Bagian akar termasuk akar tunggang dengan bentuk bulat dan warnanya hitam.
  • Bagian buah dan biji bentuknya bulat layaknya polong. Tanda buah ketapang mempunyai panjang 5 hingga 7 cm dan lebar 3 sampai 5.5 cm. Buahnya memiliki 1 biji, kulitnya tampak hijau dan berubah kuning, waktu sudah masak berubah menjadi merah.

3.               Kandungan

Pohon ketapang bisa tumbuh dengan mencapai tinggi 30 sampai 35 meter. Cabang dari pohon tersebut cenderung tumbuh dengan horizontal dan berjenjang yang mempunyai jarak 1 hingga 2 meter.

Seperti yang dikatakan oleh dr. Arina Heidayana pada klikdokter, daun ketapang dengan sebutan Terminalia Catappa yang mengandung antioksidan cukup tinggi dan adanya sifat antiradang. Ketapang juga mengandung flavonoid yakni senyawa baik yang berguna melindungi tubuh dari berbagai jenis penyakit.

4.               Manfaat daun ketapang bagi kesehatan

Inilah beberapa manfaat yang ada pada ketapang bagi kesehatan:

1.   Bagus untuk ibu hamil

Rebusan ketapang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil yang mampu mengoptimalkan perkembangan pada janin di dalam kandungan. Ketapang mengandung asam folat yang sangat baik untuk ibu hamil dalam menunjang perkembangan otak dari janin.

Akan tetapi, ibu hamil juga perlu hati-hati saat mengonsumsinya baik ketapang secara langsung ataupun secara herbal. Sebab tidak semua kondisi yang dialami oleh ibu hamil memungkinkan untuk mengonsumsi ramuan dalam bentuk herbal.

2.   Melawan pertumbuhan penyakit kanker

Ketapang sebagai tumbuhan yang mengandung sifat antikarsinogenik. Senyawa tersebut bisa  menurunkan terbentuknya sel kanker yang ada di dalam tubuh manusia.

Ada sebuah dugaan yang menyatakan bahwa ekstrak dari daun ketapang mempunyai potensi untuk menekan kanker paru-paru. Sebelumnya telah dilakukan penelitian pada tikus yang ditemukan penurunan tumor hingga 2.6 kali setelah 30 hari menggunakan ramuan.

3.   Menurunkan kadar diabetes

Dalam pengujian yang dilakukan pada tumbuhan ketapang masih segar. Pengujian tersebut diperuntukkan bagi tikus dan menemukan bukti bahwa tumbuhan ketapang bisa melawan adanya efek negatif pada penyakit diabetes.

Penelitian juga telah mengamati adanya penurunan kadar gula darah bergantung dengan dosis 25 sampai 62 persen. Efek maksimumnya yakni bisa terlihat dalam waktu 15 hari dilakukan pengobatan.

4.   Membantu mengobati hepatitis

Tumbuhan ketapang yang warnanya coklat dan mempunyai tekstur kering sering digunakan pada ikan hias. Tujuannya untuk mengobati penyakit yang diakibatkan oleh adanya patogen.

Ketapang yang telah gugur dari pohon bisa dimanfaatkan untuk mengobati hepatitis ataupun peradangan pada liver. Dengan begitu daun yang banyak tumbuh di Asia Tenggara ini tidak perlu diragukan lagi manfaatnya.

5.   Membantu menjaga imunitas pada tubuh

Ketapang mengandung antioksidan di dalamnya yang sangat baik dalam menjaga sistem imunitas pada tubuh. Maka dari itu, dengan memanfaatkan ketapang bisa meminimalisir tingkat risiko terserang penyakit.

6.   Mengobati peradangan pada sendi dengan daun ketapang

Memanfaatkan ekstrak dari daun Terminalia catappa secara topikal mampu meredakan penyakit Rheumatoid artritis ataupun radang sendi. Ketapang dapat dijadikan sebagai teh yang mampu menenangkan dan melemaskan sistem pada saraf.

7.   Mengobati sakit perut

Hampir setiap orang tidak terlepas dari yang namanya sakit perut meskipun faktornya penyebabnya berbeda. Tidak perlu harus mengonsumsi obat secara terus menerus untuk menyembuhkannya.

Memilih cara alternatif yang tidak membutuhkan efek samping berisiko dengan menggunakan ketapang bagian daunnya menjadi jus dan dipercaya dapat mengatasi masalah sakit perut khususnya di bagian usus. Jus dengan memilih ketapang muda yang seringkali digunakan oleh Filipina dalam mengobati sakit perut hingga sakit kepala.

8.   Menguatkan tulang

Ketapang mempunyai manfaat lain yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat umum. Salah satunya untuk menyehatkan tulang dan ketapang mempunyai sifat antioksidan yang mampu mencegah terjadinya kerusakan kromosom serta menunjukkan efek antiklastogenik.

Demikianlah beberapa pembahasan mengenai daun ketapang dengan kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan. Daun yang tumbuh di pinggir pantai ini tidak hanya sebagai peneduh namun juga sebagai pengobatan herbal.

Leave a Comment